Categories
Uncategorized

Pengertian dan Cara Okulasi yang Tepat

wwezone.org – Banyak sekali teknik untuk perbanyakan tanaman seringkali dicoba oleh para petani. Di antaranya cukup populer ialah okulasi. Mungkin tak banyak yang membincangkan tentang teknik satu ini, tapi dengan melakukan cara okulasi yang benar, maka Anda akan bisa mendapatkan kualitas tanaman terbaik.

Teknik tersebut dapat diartikan sebagai sebuah teknik perbanyakan secara vegetatif buatan, dan tujuannya memang demi meningkatkan mutu dari tanaman tersebut. Dalam prosesnya, teknik ini mengharuskan petani menempelkan sepotong kulit pohon dari batang bawah kepada mata tunas yang berasal dari batang atas kemudian terciptalah individu baru kemudian.

Cara Okulasi Mudah Diikuti

Untuk melakukan okulasi tidak bisa secara asal-asalan serta harus mempunyai keterampilan khusus. Pemilihan batang bawah mestilah mempunyai sistem akar kuat, sementara batang atas harus mempunyai kualitas tanaman terbaik.

Apabila dibandingkan bersama teknik lainnya seperti stek atau cangkok, maka okulasi memang jauh lebih baik karena gabungan dari 2 sifat unggul yang dibawa oleh masing-masing bagian tanaman. Ketika mencoba teknik tersebut, pastikan jika bahan bersangkutan merupakan satu spesies karena akan jauh lebih besar persentase keberhasilannya.

Jika Anda merasa ingin mencoba proses ini agar mempunyai tanaman kualitas unggul, maka sebaiknya perhatikan langkah-langkahnya secara seksama agar tidak keliru.

  • Pengirisan Batang Bawah

Dalam memulainya, pastikan jika letak dari jendela okulasi mestilah berada di sisi berlawanan dari matahari dan jangan sampai irisannya terlalu dalam. Sebab hal itu hanya akan membuat bagian dalam kayu jadi terluka.

Letak jendela mesti berada di sisi berlawanan dengan sinar matahari hanya berlaku bagi tanaman yang pembudidayaannya di bedengan. Tapi jika di polybag saja maka tidak masalah letaknya di mana, karena polybag tentunya lebih dapat diatur posisi tanaman tersebut.

  • Pengambilan Mata Tunas

Tahap pengambilan mata tunas ini dapat Anda lakukan melalui 3 cara yakni berbentuk bulat, segi empat atau sayatan. Bermacam bentuk ini terjadi karena disesuaikan dari cara okulasi yang akan digunakan oleh petani.

  • Penyisipan Pada Mata Tunas

Jika sudah mendapatkannya, maka proses selanjutnya ialah penempelan atau penyisipan pada jendela okulasi. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai rusak atau tidak bersih, sebab bisa mengganggu proses penyatuan.

  • Pengikatan Tempelan

Untuk proses pengikatan sendiri Anda dapat memakai plastik polianil khlorida di mana ukuran tali pengikatnya kira-kira sekitar 20 cm panjangnya dan 15 cm lebarnya. Untuk pengikatan tempelan sendiri kadang memakai sistem genteng di mana diikat dari bawah ke bagian atas. Ingatlah untuk tidak mengikat terlalu erat karena dapat menyebabkan kerusakan.

  • Membuka Ikatan dan Pemotongan Bagian Bawah

Jika sudah 1 bulan lamanya, maka ikatan bisa dibuka. Adapun yang menunjukkan keberhasilan dari teknik ini ialah ketika warna hijau segar pada mata tempel masih tampak dan batang bawah melekat dengan baik. Tapi justru jika warnanya hijau sedikit kemerahan atau bahkan hitam, maka bisa dipastikan jika teknik yang Anda lakukan salah.

Baca Juga : Keunikan Cara Kerja Otot Polos

Setelah terlihat berhasil, proses terakhir ialah Anda harus memotong batang bawahnya sekitar 1 cm di atas mata tempel dengan bentuk potongan agak miring ke belakang. Nanti luka bekas potongan ini bisa Anda tutup dengan lilin atau cat untuk hasil terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *