Categories
Uncategorized

Cara Menulis Footnote dari Buku Maupun Jurnal

wwezone.org – Dalam penulisan karya ilmiah, skripsi, tesis maupun jurnal kita haruslah memasukkan kutipan atau sumber yang ada karya ilmiah sendiri mengandung empiris karena harus berdasarkan pengalaman, penemuan, percobaan dan pengamatan yang ada. Sumber-sumber ini lah yang dimaksud catatan kaki (Footnote). 

Cara Menulis Footnote dari Buku Maupun Jurnal
Cara Menulis Footnote dari Buku Maupun Jurnal

Catatan tersebut adalah keterangan yang dicantumkan pada bagian bawah halaman buku. Tulisannya di cetak dalam huruf kecil berguna untuk menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok, memudahkan pengguna atau pembaca karya ilmiah mencari sumber-sumber pernyataan terkait penelitian nya dengan sangat mudah. Lalu, bagaimana cara menulis footnote dari buku maupun  jurnal yang benar?

Kegunaan Catatan Kaki (Footnote)

Dalam hal ini catatan-catatan tersebut memiliki kegunaan untuk membantu Anda memperkuat argumen suatu penelitian, Menjelaskan pernyataan tentang referensi kutipan dalam teks. Jika pada badan teks hanya menjelaskan kutipan dari ahli, di catatan kaki, kita menjelaskan secara lengkap dimana dapat menemukan sumbernya.

Pada karya ilmiah semisal, penulisan sumber lengkap seperti daftar pustaka. Sehingga pembaca maupun orang bersangkutan tidak merasa penulis karangan tersebut melanggar hak cipta. Contohnya seperti: dalam buku Arikunto, “Arikunto, Syharsini, 1993. Prosedur Penelitian Suatu…….., Yogyakarta: Rineka Cipta. 

Jadi, bagaimana penulisan dan peletakkan catatan kaki ditempatkan? Dari contoh tersebut, kita dapat mengetahui cara menulis footnote dari buku dengan mudah. Karena artikel dibuat untuk mempermudah Anda dalam mempraktikkan cara penulisannya. Namun, sebelum mengetahui bagaimana membuatnya, kita harus mengetahui unsur didalamnnya. Apa saja?

Unsur-Unsur Footnote/Notasi

Pertama kita harus mengetahui unsur-unsur didalam nya . Apa saja? Simak ulasan berikut:

  • Nama Penulis/pengarang
  • Tema/Judul buku karangan
  • Penomoran Halaman yang dikutip

Notasi juga memiliki beberapa jenis, apa saja jenisnya? Simak ringkasan di bawah ini:

Jenis-Jenis Notasi

  • Lengkap

Footnote ini memiliki kelengkapan dalam mencatumkan nama pengarang, judul jurnal , nama penerbitnya atau instansi, tahun terbit, serta nomor halaman buku kutipan.

  • Singkat

Memakai Ibid/Ibidium Contohnya:” R.R. Nitibaskara, Perangkap Penyimpangan dan Kejahatan…………., Jakarta: YPKIK, 2009, hal. 22.” kita menggunakan kalimat Ibid jika jurnal/buku sama dan pada halaman saja menjadi berbeda “Ibid hal.49”.

Dari pernyataan-pernyataan yang sudah kalian baca, kita sudah mengetahui kegunaan, unsur-unsurnya serta jenis-jenis Notasi. dalam hal ini, kita sudah siap untuk membuat Notasi. Bagaimana caranya? Berikut ulasan di bawah ini:

Menulis Notasi dari Buku dan Jurnal

  • Font harus sama

Ketika menulis notasi, font catatan dengan keseluruhan teks disamakan. Misal memakai font umum seperti Times New Roman. Huruf harus diikuti dengan yang asli dan jangan lupa huruf di awal harus capital.

  • Nomor Notasi dan Angka berurutan

Apabila selesai menulis kutipan pada teks karya ilmiah, baiknya di akhir kalimat setelah titik tambahkan nomor urut kecil. “1”. Semisal kutipan Anda baru dimasukkan satu saja, maka masukkan dengan menuliskan 1. Tetapi jika sudah lima cuplikan, maka tulis enam. Sesuaikan pada urutan catatan kutipannya.

  • Gunakan penyisipan (References)

Di Dalam microsoft word sudah disediakan fitur sisipkan atau referensi, hal ini mempermudah Anda menuliskan catatan kaki atau kata pada sebuah karya ilmiah, makalah, tesis maupun Skripsi. Caranya: Masuk ke word, pilih toolbar “References” dan pilih “Insert Footnote”.

  • Menuliskan notasi sesuai panduan

Tergantung instansi pendidikan yang Anda geluti, seringnya penulisan sumber tidak selalu sama dengan instansi lainnya. Saya memakai referensi dari kampus IISIP Jakarta, panduannya adalah Nama penulis, tahun terbit, judul buku, tempat diterbitkan nya dan instansi penerbitan buku maupun jurnal yang Anda pilih.

For example: Sobur, Alex (2012), Analisis Teks Media, Jakarta : PT Remaja Rosdakarya

Dari contoh di atas, judul buku selalu sama yaitu harus di tulis dengan menggunakan huruf italic atau garis miring serta nama penulis terbalik di depan nya. Seperti “Alex Sobur”, tetapi pada notasi dituliskan “Sobur, Alex” terdapat koma setelah nama belakang disebutkan.

  • Gunakan referensi sIngkat

Pada sebuah buku, kita pasti akan menuliskan kutipan berbeda. Bisa saja kutipan yang ada di buku 1 ada 2 sampai 3. Maka, kita akan mempergunakan Ibid maupun “…….” Di bawah nya.

  • Letakkan notasi pada tempat nya

Umumnya, peletakkan notasi atau catatan kaki berada dalam bagian footer. Cara ke footer adalah mengklik bagian kertas paling bawah dalam word, setelah itu tulis lah kutipan Anda.

  • Pencantuman daftar pustaka

Setelah semuanya selesai Anda perlu mencantumkan daftar pustaka pada bagian akhir word untuk melengkapi apa saja kutipan nya.

Baca Juga : Cara Membuat Buku Akuntasi untuk Keuangan Teratur

Itulah referensi-referensi terkait cara menulis Footnote dari Buku yang harus Anda lakukan supaya tesis ataupun skripsi memiliki bukti kuat dan tidak mengandung copyright. Selamat mencoba!

Categories
Uncategorized

Cara Membuat Buku Akuntasi untuk Keuangan Teratur

wwezone.org – Terkadang pengeluaran dan pemasukan tidak teratur sehingga perlu membuat buku akuntansi untuk melihatnya. Seperti apa contoh laporan pemasukan dan pengeluaran bulanan agar uang aman.

Memang keuangan secara tidak sadar mudah keluar dan masuk tanpa diperhitungkan kemana perginya uang. Tapi perlu membuat sebuah buku catatan laporan keuangan pribadi agar Anda dapat mengetahui antara pengeluaran dan pemasukan. 

Di masa pandemi seperti sekarang keadaan ekonomi tidak menentu dan bagaimana Anda dapat tetap bertahan hidup dengan keuangan yang stabil dan manajemen keuangan yang jelas. Ingat buku catatan bukan hanya untuk mencatat perginya uang tapi juga masuknya uang agar tercatat dan  terlapor secara pribadi.

Berikut cara-cara membuat laporan pengeluaran dan pemasukan pribadi untuk Anda sendiri. Agar uang jelas pergi kemana.

Cara Membuat Buku Laporan Keuangan

Terdapat beberapa langkah yang Anda bisa lakukan untuk membuat buku laporan, diantaranya yaitu sebagai berikut: 

  • Siapkan Buku Panjang 

Anda perlu mempersiapkan buku panjang. Buku yang dapat memuat segala macam bentuk catatan keuangan. Buku yang biasa Anda lihat di pekerja di dunia akuntan. Buku ini nantinya perlu Anda selalu ingat.

  • Buat Jadwal Rutin

Jadwal rutin berfungsi agar ketika Anda menerima uang masuk segera langsung mencatat dan begitupun sebaliknya ketika ada uang keluar juga harus segera dicatat agar laporan Anda terjadwal.

  • Sesuaikan dengan Kemampuan Keuangan

Maksudnya adalah ketika Anda menyiapkan buku laporan Anda juga perlu meyakinkan diri bahwa keuangan diri Anda mampu agar ketika membuat catatan tidak ada tulisan minus di buku catatan laporan Anda.

Tiga langkah tersebut dapat Anda lakukan dan Anda terapkan di kehidupan Anda agar keuangan diri Anda selalu terjaga karena ditengah masa pandemi seperti ini ada perlunya menabung untuk keperluan yang mendadak dan tidak terduga.

Mulai sekarang dengan adanya buku laporan keuangan Anda dapat memperhatikan kemana saja uang yang didapat pergi dan bagaimana memanajemen keuangan pada diri Anda sendiri. Karena kalau bukan Anda siapa lagi yang dapat memanajemen keuangan Anda?

Baca Juga : Mengenal Segi Banyak Beraturan dan Tidak Beraturan Beserta Cara Menghitung Jumlah Diagonal

Selain itu Anda juga dapat menabung dengan adanya buku tersebut itu artinya keuangan milik Anda akan terjaga. Dengan begitu Anda dapat mulai menyisihkan uang Anda dan mulai menabung untuk sesuatu yang besar dan untuk keperluan mendadak dan mendesak yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Oleh karena itu contoh laporan pemasukan dan pengeluaran bulanan dapat Anda temukan di berbagai situs. Selai itu Anda juga dapat mengikuti langkah-langkah diatas guna memulai keuangan yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab agar perginya uang yang Anda miliki menjadi jelas.